Cara Menghitung PPh 21 Karyawan 2026: Rumus TER & Contohnya
- By Admin
- 01 July 2025
PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan yang diterima orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan, seperti gaji, tunjangan, bonus, THR, dan penghasilan lainnya. Bagi karyawan tetap, PPh 21 umumnya dipotong langsung oleh perusahaan.
Sejak 2024, penghitungan PPh 21 karyawan tetap menggunakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa pajak terakhir, pajak dihitung kembali berdasarkan penghasilan selama satu tahun.
Apa Itu TER dalam PPh 21?
TER adalah tarif efektif yang digunakan untuk mempermudah penghitungan PPh 21 bulanan. Secara sederhana, rumusnya:
PPh 21 = Penghasilan Bruto Bulanan × Tarif TER
Besarnya TER ditentukan berdasarkan status PTKP dan penghasilan bruto karyawan.
Kategori TER PPh 21
| Kategori | Status PTKP |
|---|---|
| TER A | TK/0, TK/1, K/0 |
| TER B | TK/2, TK/3, K/1, K/2 |
| TER C | K/3 |
Cara Menghitung PPh 21 Januari–November
Pada masa pajak selain masa pajak terakhir, karyawan tetap menggunakan TER. Penghasilan bruto pada bulan tersebut dikalikan dengan tarif efektif sesuai kategori.
Contohnya, Andi berstatus TK/0 dan memperoleh penghasilan bruto Rp8.000.000 per bulan. Jika tarif TER yang berlaku adalah 1,5%, maka:
Rp8.000.000 × 1,5% = Rp120.000
Jadi, PPh 21 Andi pada bulan tersebut adalah Rp120.000.
Cara Menghitung PPh 21 pada Masa Pajak Terakhir
Pada masa pajak terakhir, perusahaan menghitung kembali PPh 21 berdasarkan penghasilan selama satu tahun. Umumnya masa pajak terakhir adalah Desember, tetapi dapat berbeda jika karyawan berhenti bekerja sebelum akhir tahun.
Secara sederhana:
Penghasilan Bruto Setahun − Pengurang = Penghasilan Neto
Penghasilan Neto − PTKP = Penghasilan Kena Pajak (PKP)
PKP kemudian dikenakan tarif progresif PPh orang pribadi. PPh yang telah dipotong pada bulan-bulan sebelumnya diperhitungkan untuk menentukan PPh pada masa pajak terakhir.
Tarif Progresif PPh Orang Pribadi
| Lapisan PKP | Tarif |
|---|---|
| Sampai Rp60 juta | 5% |
| Di atas Rp60 juta–Rp250 juta | 15% |
| Di atas Rp250 juta–Rp500 juta | 25% |
| Di atas Rp500 juta–Rp5 miliar | 30% |
| Di atas Rp5 miliar | 35% |
Contoh Perhitungan PPh 21 Karyawan
Andi berstatus TK/0 dengan:
- Gaji: Rp8.000.000 per bulan
- Iuran pensiun: Rp50.000 per bulan
- Penghasilan bruto setahun: Rp96.000.000
Jika TER yang berlaku adalah 1,5%, PPh 21 Januari–November:
Rp8.000.000 × 1,5% = Rp120.000 per bulan
Total Januari–November:
Rp120.000 × 11 = Rp1.320.000
Untuk penghitungan tahunan:
- Penghasilan bruto: Rp96.000.000
- Biaya jabatan: Rp4.800.000
- Iuran pensiun: Rp600.000
- Penghasilan neto: Rp90.600.000
- PTKP TK/0: Rp54.000.000
- PKP: Rp36.600.000
PPh 21 setahun:
5% × Rp36.600.000 = Rp1.830.000
Karena Januari–November sudah dipotong Rp1.320.000, maka PPh 21 pada masa pajak terakhir:
Rp1.830.000 − Rp1.320.000 = Rp510.000
Apakah THR dan Bonus Dikenakan PPh 21?
Ya. THR, bonus, dan penghasilan tidak teratur lainnya dapat menjadi bagian dari penghasilan yang diperhitungkan dalam PPh 21. Karena itu, potongan PPh 21 pada bulan ketika karyawan menerima THR atau bonus dapat berbeda dari bulan biasa.
Bagaimana dengan Tunjangan Pajak?
Tunjangan pajak yang diberikan perusahaan perlu diperhitungkan sebagai bagian dari penghasilan sesuai ketentuan. Pada skema gross-up, perusahaan memberikan tunjangan pajak kepada karyawan untuk membantu menanggung PPh 21.
Besarnya tunjangan pajak tidak selalu sama karena bergantung pada penghasilan dan PPh 21 yang terutang.
Apakah PTKP Masih Digunakan?
Ya. PTKP tetap digunakan dalam penghitungan pada masa pajak terakhir untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak. Status seperti TK/0, K/0, K/1, dan lainnya juga menentukan kategori TER yang digunakan pada masa pajak berjalan.
Pertanyaan Umum PPh 21
Apakah TER berlaku sepanjang tahun?
Tidak. TER digunakan pada masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa pajak terakhir dilakukan penghitungan kembali berdasarkan penghasilan setahun.
Apakah PPh 21 selalu 5%?
Tidak. Tarif 5% merupakan salah satu lapisan tarif progresif. Pemotongan bulanan karyawan tetap menggunakan TER sesuai kategori dan penghasilan bruto.
Apakah gaji di bawah Rp5,4 juta terkena PPh 21?
Untuk TER kategori A, penghasilan bruto bulanan sampai dengan Rp5,4 juta berada pada tarif efektif 0%. Namun, penghitungan tetap perlu melihat status karyawan dan masa pajaknya.
Siapa yang memotong PPh 21?
Pada umumnya, perusahaan sebagai pemberi kerja menghitung dan memotong PPh 21 dari penghasilan karyawan serta memberikan bukti pemotongan pajak.
Comment