Menara Imperium, 27th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav.1 Jakarta 12980 - Indonesia
+62 21 835 6363

Your Trusted Tax Advisor

konsultan pajak jakarta

tax consultant jakarta

transfer pricing service

corporate tax service

tax compliance service

international tax service

tax expert jakarta

UU Cipta Kerja

konsultan pajak surabaya

tax consultant surabaya

SPT Pribadi

Omnibus Law Perpajakan

Insentif Pajak Penghasilan

corporate tax return

individual tax return

tax verification service

tax audit service

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan 2026: Rumus TER & Contohnya

  • By Admin
  • 01 July 2025
Share

PPh 21 merupakan pajak atas penghasilan yang diterima orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan, seperti gaji, tunjangan, bonus, THR, dan penghasilan lainnya. Bagi karyawan tetap, PPh 21 umumnya dipotong langsung oleh perusahaan. 

Sejak 2024, penghitungan PPh 21 karyawan tetap menggunakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa pajak terakhir, pajak dihitung kembali berdasarkan penghasilan selama satu tahun.

Apa Itu TER dalam PPh 21?

TER adalah tarif efektif yang digunakan untuk mempermudah penghitungan PPh 21 bulanan. Secara sederhana, rumusnya:

PPh 21 = Penghasilan Bruto Bulanan × Tarif TER

Besarnya TER ditentukan berdasarkan status PTKP dan penghasilan bruto karyawan.

Kategori TER PPh 21

Kategori Status PTKP
TER A TK/0, TK/1, K/0
TER B TK/2, TK/3, K/1, K/2
TER C K/3

Cara Menghitung PPh 21 Januari–November

Pada masa pajak selain masa pajak terakhir, karyawan tetap menggunakan TER. Penghasilan bruto pada bulan tersebut dikalikan dengan tarif efektif sesuai kategori.

Contohnya, Andi berstatus TK/0 dan memperoleh penghasilan bruto Rp8.000.000 per bulan. Jika tarif TER yang berlaku adalah 1,5%, maka:

Rp8.000.000 × 1,5% = Rp120.000

Jadi, PPh 21 Andi pada bulan tersebut adalah Rp120.000.

Cara Menghitung PPh 21 pada Masa Pajak Terakhir

Pada masa pajak terakhir, perusahaan menghitung kembali PPh 21 berdasarkan penghasilan selama satu tahun. Umumnya masa pajak terakhir adalah Desember, tetapi dapat berbeda jika karyawan berhenti bekerja sebelum akhir tahun.

Secara sederhana:

Penghasilan Bruto Setahun − Pengurang = Penghasilan Neto

Penghasilan Neto − PTKP = Penghasilan Kena Pajak (PKP)

PKP kemudian dikenakan tarif progresif PPh orang pribadi. PPh yang telah dipotong pada bulan-bulan sebelumnya diperhitungkan untuk menentukan PPh pada masa pajak terakhir.

Tarif Progresif PPh Orang Pribadi

Lapisan PKP Tarif
Sampai Rp60 juta 5%
Di atas Rp60 juta–Rp250 juta 15%
Di atas Rp250 juta–Rp500 juta 25%
Di atas Rp500 juta–Rp5 miliar 30%
Di atas Rp5 miliar 35%

Contoh Perhitungan PPh 21 Karyawan

Andi berstatus TK/0 dengan:

  • Gaji: Rp8.000.000 per bulan
  • Iuran pensiun: Rp50.000 per bulan
  • Penghasilan bruto setahun: Rp96.000.000

Jika TER yang berlaku adalah 1,5%, PPh 21 Januari–November:

Rp8.000.000 × 1,5% = Rp120.000 per bulan

Total Januari–November:

Rp120.000 × 11 = Rp1.320.000

Untuk penghitungan tahunan:

  • Penghasilan bruto: Rp96.000.000
  • Biaya jabatan: Rp4.800.000
  • Iuran pensiun: Rp600.000
  • Penghasilan neto: Rp90.600.000
  • PTKP TK/0: Rp54.000.000
  • PKP: Rp36.600.000

PPh 21 setahun:

5% × Rp36.600.000 = Rp1.830.000

Karena Januari–November sudah dipotong Rp1.320.000, maka PPh 21 pada masa pajak terakhir:

Rp1.830.000 − Rp1.320.000 = Rp510.000

Apakah THR dan Bonus Dikenakan PPh 21?

Ya. THR, bonus, dan penghasilan tidak teratur lainnya dapat menjadi bagian dari penghasilan yang diperhitungkan dalam PPh 21. Karena itu, potongan PPh 21 pada bulan ketika karyawan menerima THR atau bonus dapat berbeda dari bulan biasa.

Bagaimana dengan Tunjangan Pajak?

Tunjangan pajak yang diberikan perusahaan perlu diperhitungkan sebagai bagian dari penghasilan sesuai ketentuan. Pada skema gross-up, perusahaan memberikan tunjangan pajak kepada karyawan untuk membantu menanggung PPh 21.

Besarnya tunjangan pajak tidak selalu sama karena bergantung pada penghasilan dan PPh 21 yang terutang.

Apakah PTKP Masih Digunakan?

Ya. PTKP tetap digunakan dalam penghitungan pada masa pajak terakhir untuk menentukan Penghasilan Kena Pajak. Status seperti TK/0, K/0, K/1, dan lainnya juga menentukan kategori TER yang digunakan pada masa pajak berjalan.

Pertanyaan Umum PPh 21

Apakah TER berlaku sepanjang tahun?

Tidak. TER digunakan pada masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa pajak terakhir dilakukan penghitungan kembali berdasarkan penghasilan setahun.

Apakah PPh 21 selalu 5%?

Tidak. Tarif 5% merupakan salah satu lapisan tarif progresif. Pemotongan bulanan karyawan tetap menggunakan TER sesuai kategori dan penghasilan bruto.

Apakah gaji di bawah Rp5,4 juta terkena PPh 21?

Untuk TER kategori A, penghasilan bruto bulanan sampai dengan Rp5,4 juta berada pada tarif efektif 0%. Namun, penghitungan tetap perlu melihat status karyawan dan masa pajaknya.

Siapa yang memotong PPh 21?

Pada umumnya, perusahaan sebagai pemberi kerja menghitung dan memotong PPh 21 dari penghasilan karyawan serta memberikan bukti pemotongan pajak.

Share

Comment

0/1000

Please make sure you are logged in to the platform and comment sensibly and responsibly. Comments are the sole responsibility of the commenter as stipulated in the UU ITE.